Ratih Kusuma Wardhani




Bakatnya Ditemukan Guru

MENJADI pebulutangkis andal tidak Cuma berawal dari minat. Bakat juga berpengaruh. Bagi Ratih Kusuma Waedhani, siapa yang menemukan bakatnya sebagai pebulutangkis adalah gurunya sewaktu SD.


Wardha, perempuan kelahiran 9 Maret 2001 ini sejak kecil termotivasi menjadi atlet badminton top. Tapi jauh sebelum dia mengenal badminton, dia merasa biasa-biasa saja. Baru pada saat jam pelajaran olahraga ketika SD, bakatnya mulai terlihat.
“Awalnya waktu SD, tiba-tiba waktu pelajaran olahraga main badminton. Kemudian kata guruku kok bisa. Mainnya enak. Ya disuruh ikut klub badminton gitu,” katanya berkisah tentang awalnya mengenal badminton.

Jadi dia menegaskan jika gurunyalah yang menemukan bakat terpendamnya. Baru dengan dukungan dari orangtua dan saudaranya, perempuan berzodiak pisces ini langsung gabung dalam klub badminton. Mulailah dia berlatih serius. Dan, hasilnya tidak mengecewakan. Dia tampil mahir seringkali sukses dalam stiap kejuaraan.

Kini sudah menjadi atlet badminton selama 6 tahun. Anak sulung pasangan Prasetiyo Rogo dan Luxfiah ini juga ikut berbagai kejuaraan antar kabupaten, provinsi, bahkan nasional.

Tak heran bila banyak trofi yang berjajar rapi dilemari rumahnya Jalan Nusa Indah Desa Grati, Kecamatan Sumbersuko. Sampai menginspirasi adik laki-lakinya yang juga ingin mengejar jejaknya.

Sudah banyak pengalaman selama menjadi atlet badminton. “Sukanya itu  ya kalo menang, dukanya itu ya saat kalah,” guraunya ketika ditanya pengalaman selama menjadi pebulutangkis.

Untuk menjaga staminanya, Wardha mengaku tidak bisa makan minum sembarangan. Sebab, dapat mengganggu stamina pada saat latihan atau perlombaan. “Makanan pedes atau minuman dingin itu bikin ngos-ngosan saat bertanding. Apalagi waktu lari dari awal latihan,” pungkasnya. (fid/ras)
Sumber : JP-RJ-Jum’at 22 Desember 2017
Di ketik ulang oleh : (AF)

Komentar

Postingan Populer