Muthmainnah Wahyuningtiyas
Mengabdi di
Pelosok negeri
SUDAH
jarang mungkin ya, ada guru yang mau mengabdikan diri di pelosok negeri. Tapi
bukan berarti tidak ada. Muthmainnah Wahyuningtyas, salah satunya. Sudah
memiliki pengalaman mengajar diperbatasan, sekarang dia kembali menuju pelosok
negeri.
Awal, pengabdiannya di daerah perbatasan, Muti, begitu
panggilan akrabnya, ditugaskan di SDN Impres Ambia, Kecamatan Essang Selatan,
Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan Negara
Philipina.
Berat memang, tapi tugas beratnya itu sudah terbayar.
Muti mendapat beasiswa mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas
Negeri Surabaya selama 1 tahun. “Ceritanya panjang, semoga makin banyak guru
yang mau mengabdi,” katanya.
Tahun ini, perempuan yang tinggal di Desa Labruk
Kidul, Kecamatan Sumbersuko ini, kembali mengabdi di pelosok negeri. “Sekarang
saya CPNS dengan penempatan wilayah penggunungan yaitu SMP Negeri 6 Satu Atap
kecamatan Praya Barat daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat,”
tuturnya.
Tidak ada alas an lain yangt dilontarkan Muti saat
ini, dia sudah siap mengabdikan dirinya untuk negeri. “Saya siap kapan saja
mengabdi untuk negeri. Saat ini saya mengajar didaerah terpencil. Harapan saya
semoga kedepan makin banyak guru yang mau mengabdikan diri untuk pendidikan,”
tutupnya. (mar/sh)
sumber : JP-RS-Senin 11 Desember 2017
di ketik ulang oleh : (AF)


Komentar
Posting Komentar